Riders Tak Sesuai, Svmmerdoze Batal Buka Konser Charlie Puth

JawaPos.com – Penggemar Svmmerdoze patut kecewa karena unggahan Instagram Story bassist Svmmerdoze, Iqbaal Ramadhan, mengumumkan batalnya penampilan mereka sebagai band pembuka konser Charlie Puth Voicenotes Live In Indonesia. Sebelumnya, Svmmerdoze dan Jaz direncanakan tampil sebagai opening act penyanyi asal Amerika tersebut.

“Dengan ini kami Svmmerdose, dengan berat hati mengumumkan bahwa kami membatalkan performance kami sebagai openic act Charlie Puth Concert karena satu dan lain hal. Terimakasih atas pengertiannya dan sampai bertemu di panggung berikutnya,” tulis Iqbaal di Instagram-nya, Kamis (15/11).

Dikonfirmasi ke manajernya, Omen, batalnya Svmmerdoze sebagai band pembuka terkait riders yang dijanjikan. Riders yang tidak terpenuhi menjadi salah satu alasannya.

got it all – svmmerdose (YouTube/Svmmerdose)

“Iya betul (batal) karena ada riders yang tidak sesuai (seperti) di awal,” kata Omen selaku road manajer Iqbaal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (15/11).

Hal senada juga dibenarkan oleh Manajer bisnis band Svmmerdoze, Dinda. Dia mengatakan bahwa Svmmerdoze batal tampil karena ada masalah teknis.

“Batal karena satu dan lain hal. Salah satunya permasalahan teknis,” kata Dinda selaku manajer bisnis band Svmmerdoze.

Diketahui, musisi Charlie Puth akan menggelar konser di Indonesia pada 16 November mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Hingga saat ini, pihak promotor belum bisa dikonfirmasi apakah Jaz menjadi satu-satunya band pembuka.

(yln/JPC)

D’Masiv: Cover Lagu Juga Butuh Etika

JawaPos.com – Belum lama ini, penyanyi dangdut Via Vallen, dan drumer Superman is Dead (SID) Jerinx, terlibat perseteruan terkait lagu Sunset di Tanah Anarki. Via Vallen pun tak tinggal diam dituduh melanggar hak cipta meski akhirnya meminta maaf pada pihak Jerinx melalui akun Instagram-nya @viavallen.

Sebagai rekan sesama musisi, personel band D’Masiv angkat bicara. Mereka memaklumi sikap Jerinx. Karena sebagai musisi, sudah sewajarnya mereka aware pada proses kreatif sendiri.

“Kalau saya melihatnya mungkin lebih ke etika ya, mungkin yang dipermasalahkan adalah udah artis gede tapi nge-cover lagu orang dan mungkin nggak kulonuwun (permisi) sama yang punya. Kalau dia belum (penyanyi) gede mungkin nggak dipermasalahin. Justru karena terkenal itu makanya diangkat karena akan jadi pelajaran juga buat (musisi) yang lain,” kata Rian D’Masiv saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Jakarta, Senin (12/11).

D'Masiv: Cover Lagu Juga Butuh EtikaKlarifikasi Via Vallen perihal tuduhan melanggar hak cipta karena menyanyikan lagu SID. (Instagram/viavallen)

Bukan berarti tak mengizinkan cover lagu, Rian mengatakan, lebih nyaman jika terjalin komunikasi sekadar permisi. Apalagi, sesama musisi harusnya lebih saling memahami cara proses kreatif terjadi.

“Banyak yang cover lagu kita, dibikin koplo juga ada,” lanjut Rian.

“Kita mempermasalahkan ketika menjadi komersial ya. Maksudnya, ketika dia bawakan lagu itu label kita pasti turun (urus masalah royalti). Kalau lagi dalam acara bawa lagu orang, itu penyelenggaranya harusnya yang urus,” timpal Rama sang gitaris.

Rian pun mengatakan bahwa musisi sudah sewajarnya posesif pada karyanya. Alangkah lebih baik jika setiap karya didaftarkan ke lembaga yang berwenang mengurusnya. Demikian juga, sudah seharusnya ada etika khusus saat manggung membawakan lagu milik orang lain.

“Maksudnya kita harus lebih aware lagi sih sama karya kita. Kalau bisa kita daftarkan karya kita ke lembaga yang urus hal cipta, kalau bisa ada publisher juga yang mengelola lagu-lagu kita. Jadi, kalau misalkan kita bikin lagu, lagunya booming, terus kita nggak dapet apa-apa itu salah kita sendiri juga nggak daftarin karya kita,” tutup Rian.

(ce1/yln/JPC)

Aji Mumpung, Titi Kamal Ajak Keluarga Liburan ke Amerika Saat Syuting

JawaPos.com – Syuting di Amerika Serikat dimanfaatkan Titi Kamal untuk berlibur bersama keluarga. Dia memboyong dua anaknya, Juna dan Kai Attar untuk berjalan-jalan di negeri Paman Sam tersebut. Tak lupa, dia mengajak sang ibu.

Sejumlah ikon wisata di Amerika dikunjungi oleh Titi Kamal. Mulai dari air terjun Niaga hingga beberapa museum besar 

“Serunya karena bisa sambil bawa anak sama keluarga juga. Jadi, bisa sambil main pas break syuting. Jalan-jalan ke Niagara Falls, museum dinosaurus, ke aquarium,” kata Titi Kamal saat bertandang ke kantor Jawa Pos, Jakarta, belum lama ini.

Membawa serta dua putranya yang masih kecil, diakui Titi Kamal sedikit merepotkan. Apalagi, Kai belum genap 1 tahun. Oleh karena itu, sejumlah persiapan dilakukan dengan rapih oleh Titi Kamal. Terutama, keperluan dua anaknya.

Namun, Titi ternyata tidak membawa serta baby sitter untuk menjaga dua putranya. Dia menyerahkan pada ibu dan kakaknya untuk membantu dalam menjaga Juna dan Kai.

“Ikut juga (Kai). Lumayan ribet, lumayan heboh karena harus kejar-kejaran ASI juga. Jadi, aku syuting dan ASI juga, jadi gitu aja. Tapi seneng. Nggak bawa baby sitter tapi ada kakak sama mama,” ungkap Titi.

Lebih lanjut, Titi mengaku sebenarnya sedikit cemas membawa Kai terbang jauh. Sebab, waktu itu masih berusia 5 bulan. Beruntungnya, Kai tidak sakit karena perubahan cuaca karena sudah 5 kali divaksin.

Diketahui, Titi Kamal berada di Amerika Serikat selama 10 hari untuk syuting film Hanum & Rangga 

(str/JPC)

Nonton ‘A Man Called Ahok’, Ketua DPRD DKI Sempat Menitikkan Air Mata

JawaPos.com – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengaku sempat menitikkan air mata ketika menyaksikan film A Man Called Ahok. Hal tersebut disampaikannya usai menyaksikan gala premier film garapan Putrama Tuta itu di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

“Terenyuh (nonton filmnya). Sedikit (menitikkan air mata),” katanya.

Prinsipnya, katanya film yang di angkat dari judul buku yang sama karya Rudi Valinka ini menjelaskan bagaimana kepribadian seorang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sejak dari bawah sekali dan menuntaskan ending-nya di dalam penjara.

Nonton 'A Man Called Ahok', Ketua DPRD DKI Sempat Menitikkan Air MataPoster film A Man Called Ahok (The United Team Of Art)

“Terenyuh juga perjuangan seorang yang menjunjung konstitusi tapi tidak menghasilkan apa-apa. Karena ya, masyarakat Indonesia belum siap untuk permasalahan yang benar,” katanya.

Ia juga memuji akting Daniel Mananta yang memerankan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam film yang bercerita tentang perjalanan Ahok menjadi seorang politisi itu.

“Hampir sama (dengan Ahok) kalau dilihat-lihat. Lihat yang kecilnya, sama. Sama plek. Gaya-gayanya benerin kacamata itu sama,” ujarnya.

Menurutnya, gestur yang ditampilkan Daniel sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sangat mirip dengan aslinya. Terlebih, secara pribadi Prasetio sangat dekat dengan Ahok sehingga mengetahui kebiasaan dan gestur tubuhnya.

Adapun film A Man Called Ahok akan mulai tayang di bioskop secara serentak pada 8 November mendatang. Film ini dibintangi oleh Daniel Mananta yang berperan sebagai Ahok, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Eriska Rein, Eric Febrian, Edward Akbar, Donny Damara, Ferry Salim, dan artis-artis lainnya.

(dmp/JPC)

Daniel Mananta Jadi Fans Berat Ahok Setelah Main di A Man Called Ahok

JawaPos.com – Presenter sekaligus VJ Daniel Mananta berbagi pengalamannya memerankan tokoh mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Daniel mengungkapkan dirinya berusaha untuk mengidolakan sosok Ahok untuk bisa mendalami karakternya.

Hal tersebut dilakukan Daniel tak lama usai didapuk menjadi pemeran utama dalam film A Man Called Ahok. Film yang mengisahkan perjalanan hidup Ahok sebelum jadi gubernur di Ibu Kota Jakarta.

“Jadi sebelum berperan di sini, setahun lebih gue berusaha nge-fans berat sama Ahok. Gue ikutin gaya rambut, gaya ngomong, gestur, gue ikutin banget,” ungkap Daniel Mananta saat usai press screening film A Man Called Ahok di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

A MAN CALLED AHOK I OFFICIAL TRAILER (YouTube/The United Team of Art)

Bahkan, tterlalu sering menirukan sosok Ahok, tanpa sadar Daniel merasakan mulai berubah menjadi sosok yang didalaminya itu. Hingga beberapa hari pasca syuting, dia masih kesulitan melepaskan karakter Ahok dari sehari-harinya.

“Di rumah malah sampai sering dibilang, ‘lo Ahok banget barusan’,” cerita Daniel pada awak media.

Tak hanya itu, setelah mengenal Ahok lebih jauh, Daniel justru benar-benar menjadi penggemar Ahok. Apalagi, setelah mempelajari riwayat Ahok dari orang-orang terdekatnya. Daniel menjadi tahu apa yang menjadi tujuan Ahok selama ini demi SBOBET Indonesia.

“Kecintaan gue pada Ahok memang lebih dari sekedar gestur, tapi misi dia terhadap Indonesia dan kecintaan dia dengan Indonesia. Hal itu mungkin sama seperti kecintaan gue pada Indonesia,” jelas Daniel

Film A Man Called Ahok ini menceritakan bagaimana cara ayah Ahok, Kim Nam, mendidik putra dan putrinya hingga berhasil seperti sekarang. Didikan keras ayah Ahok itu pun menurun dan diteruskan oleh anak-anaknya.

“Film ini bukan soal gue jadi Ahok. Film ini sebenernya lebih ke pak Kim Nam. Cinta dia tehadap Indonesia yang kemudian di kembangkan oleh anaknya,” tukas Daniel.

Diketahui, film ini diangkat dari kisah nyata perjalanan Ahok sebelum dirinya berhasil memimpin Belitung Timur dan menjadi Gubernur untuk DKI Jakarta. Film A Man Called Ahok ini akan tayang serentak di bioskop pada 8 November 2018 mendatang.

Hafal Lagu Lawasnya, Penonton The Gentleman’s Buat Marcell Takjub

JawaPos.com – Penyanyi Marcell Siahaan tampil sebagai line up ketiga dalam gelaran Konser The Gentleman’s di LiveSpace SCBD, Minggu malam (4/11). Marcell yang tampil dengan setelan jas berwarna abu-abu itu dibuat takjub oleh penonton yang hafal lagu lawas yang dinyanyikannya, Hanya Memuji.

Lagu yang menceritakan tentang kekaguman seseorang itu membuat awal yang baik untuk menaikkan mood penonton. Tak sedikit dari mereka yang berjoged sambil menyanyi bersama segerombol temannya.

Para penonton antusias dan menirukan Marcell bernyanyi. Suami Rimma Melati Adam ini pun heran karena rata-rata penonton dan pemain sbobet indonesia masih berusia muda.

“Lagu 15-16 tahun lalu masih pada nyanyi? Memang pada umur berapa sih?” kata Marcell heran seraya tersenyum bangga.

Marcell pun mengimbau para penonton yang sibuk mengabadikan momen untuk menandai dirinya jika mengunggah ke media sosial nanti.

“Kalau pada upload jangan lupa (saya) di tag ya,” ujarnya.

Marcell memberi jeda pada penampilannya. Penyanyi kelahiran Bandung 41 tahun silam itu memberi petunjuk untuk lagu yang akan dibawakan selanjutnya.

“Biasanya setiap lagu ini muka-mukanya asem, tapi beberapa waktu belakangan ini banyak yang ikut menyanyikannya dengan senyum dan tawa. Ayo kita nyanyikan,” ajak Marcell.

Lagu Kini pun menggema di seantero LiveSpace bahkan membuat Marcell kembali mengatupkan mulutnya. Pasalnya, begitu intro lagu dimainkan, para penonton langsung kompak melantunkan lagu yang berkisah perihnya cinta yang tak direstui itu.